Published On: Ming, Nov 22nd, 2015
                            

Asap Hilang Erupsi Datang

Dian Fadillah. Foto : Ist
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Oleh:
Dian Fadillah, S.Sos
Sekretaris FK-PKBM Kota Tanjungpinang

Syukur sebesar-besarnya kita panjatkan kepada karunia Allah SWT, karena dialah yang telah mensirnakan dan menghilangkan kepekatan asap didaerah kita. Asap yang awalnya tidak dapat dibendung akhirnya terhenti terutama kiriman kiriman dari Jambi, Riau dan Kalimantan.

Yang Maha Kuasa masih baik dan sudah menurunkan The Golden Touch alias tangan sakti-Nya dengan mengirimkan hujan dengan kualitas bagus dan kuantitas yang banyak, sehingga terciptalah kembali suatu kehidupan baru. Sebuah suasana dengan segala keharmonisan dan rutinitas yang kembali berjalan. Suatu romantika perjalanan suatu kehidupan standar yang sungguh menyenangkan adalah pada saat kita dapat melihat tangan sendiri sampai dapat melihat angkasa yang berwarna warni sebagai suatu siklus kehidupan masyarakat yang seutuhnya.

Terlepas dari itu semua juga, sudah didapatkan banyak daerah di Indonesia yang masih belum usai menghilangkan asap dari kehidupan yang menyesakan. Bahkan sampai menghilangkan nyawa bayi anak-anak dan orang dewasa. Itu bukti bahwa kita sebagai hamba sahaya-Nya harus bertaubat kepada Sang Pencipta sehingga kembali memaafkan dan menyayangi kita.

Tentang Apakah sebenarnya Penyebab Terjadinya Bencana Alam di Indonesia ? Bencana alam merupakan peristiwa yang tidak kita harapkan. Sebab jika bencana tersebut datang, maka akan mampu hebat merusak segala sesuatu yang ada di sekitar kita, bahkan mampu merenggut jiwa manusia yang tidak berdosa.

Bencana alam yang mampu menghancurkan suatu daerah yang luas dan menyebabkan kerugian yang besar. Secara garis besar terjadinya bencana alam dapat disebabkan oleh : Bencana alam murni penyebab utamanya adalah alam itu sendiri diantaranya Bencana alam murni gempa bumi, tsunami, badai atau letusan gunung berapi yang memang bukan disebabkan oleh ulah negatif manusia.

Bencana alam yang terjadi karena ulah manusia inilah yang tidak bertanggung jawab. Bukan berarti bencana ini dibuat oleh manusia tetapi akibat dari ulah manusia atau dipicu dari perbuatan manusia, seperti penebangan hutan secara liar, penambangan liar, pengambilan air tanah secara berlebihan dan lain-lain.

Perbuatan-perbuatan tersebut lambat laun akan mempengaruhi jajaran kehidupan manusia secara kemajemukan. Apabila Allah SWT Sang Pencipta masih mendengar tangisan bayi, masih mendengar hambanya membaca Al-Qur’an, sehingga itu semua dapat menghambat dan menunda azab dari Allah sampai 400 tahun lamanya.

Kesegaran yang hakiki yang diharapkan dengan kesegaran udara yang bebas dari polusi, dan dari penyakit dengan reaksi langsung kepada tubuh dan dapat bermanfaat sehingga kita tidak perlu bergantung kepada obat-obatan baik yang generik ataupun yang dibungkus plastik atau kapsul yang dirancang khusus dan bahan inovatif lainnya.

Sampai saat ini kita harus menyadari itu semua sebagai bukti kebesaran Illahi dan masih diberikannya kita kesempatan untuk memperbaiki diri. Masalah asap yang terjadi setidaknya dapat membuat kita sebagai manusia merenungi diri seberapa besar apa yang kita lakukan berefek negatif kepada lingkungan sekitar, sehingga dampaknya begitu dahsyat kepada anak cucu kita nantinya secara nasional ataupun Internasional sehingga membuat kita dianggap sebagai negara pengekspor asap dengan begitu banyak komplain dan kerugian yang diderita oleh asap itu semua diantaranya :

1. Ditutupnya Bandara karena efek erupsi Gunung Merapi sehingga tidak dapat melayani penerbangan baik domestik maupun internasional yang didukung oleh konfirmasi General Manajer PT Angkasa Pura setempat.

2. Pengungsian warga ke daerah yang tidak terkena erupsi dengan jumlah yang berkemungkinan akan bertambah jika erupsi terus berlanjut sehingga terpaksa melakukan aktivitas berlebaran dan natal di tempat pengungsian.

3. Pengeluaran melalui Dana Tidak Terduga (DTT) yang telah dialokasikan dalam APBD tahun 2015 dengan jumlah yang belum bisa ditaksir.

Sudahlah … Sadarlah apa yang terjadi selama ini tidak terlepas dari kita sebagai. manusia dan bersyukurlah hal itu sudah berlalu (the show must go on) sehingga aktifitas gunung merapi dapat kembali normal seperti sedia kala. Semoga kita manusia dapat mengintrospeksi diri menuju akhir tahun 2015 ini sebagai pembelajaran termahal untuk memulai tahun 2016 kelak. ***

185 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>