Published On: Ming, Feb 8th, 2015
                            

Ada Buku ‘Saatnya Aku Belajar Pacaran’, Maskur: Wah Harus Dilarang

Cover buku. Foto : Roni
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.
Maskur Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang. Foto: Ist

Maskur Ketua Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang. Foto: Ist

Tanjungpinang, KepriDays.com – Terkait adanya buku yang tidak berakhlak untuk anak-anak seusia remaja berjudul ‘Saatnya Aku Belajar Pacaran’, mendapatkan tanggapan serius dari Ketua Komisi I Bidang Pendidikan, Hukum dan Kesehatan DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu.

Kepada KepriDays.com, Ia mengatakan, buku tersebut harus dilarang beredar di Provinsi Kepri secara umum dan khususnya didaerah Ibu Kota, yakni, Kota Tanjungpinang.

“Wah, itu harus dilarang,” ucapnya, Ahad (08/02) beberapa waktu lalu.

Maskur yang terkejut mendapatkan kabar itu, sontak akan secepatnya berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang, agar mencegah buku tersebut beredar di Kota Tanjungpinang.

“Ya, Pemkot harus diminta larang buku itu beredar di Tanjungpinang. Nanti saya koordinasikan ke Dikbud (red, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan),” ujarnya.

Bahkan, lanjut Maskur, pihaknya juga akan mengkaji tentang buku itu terlebih dahulu, supaya bisa menyusun langkah pencegahan agar tidak tersebar luas di Kota Tanjungpinang.

“Kami akan kaji. KPAI juga sudah minta buku itu ditarik,” ungkapnya.

Sementara, menurut Komisioner KPAI Pusat, Putu Elvina mengatakan, KPAI menganggap hal ini sebagai buku yang mengandung ajakan untuk melegalkan atau upaya permisif terhadap perzinahan.

“Tentunya sangat berbahaya bila sampai pada anak-anak yang kemudian membentuk persepsi bagi anak, bahwa pacaran seperti yang diajarkan dalam buku tersebut sebagai upaya untuk memahami relasi yang dianggap boleh sebagai hal yang naluriah dan alamiah,” katanya.

KPAI pun telah membuat laporan ke Mabes Polri agar segera menarik peredaran buku tersebut dan memproses secara hukum bagi pencipta maupun yang terlibat dalam pendistribusian.

“Kami sangat mengharapkan agar orang tua maupun pendidik di Kepri selektif dan hati-hati dengan buku-buku bacaan yang dibalut dengan kemasan ‘sex education’, namun sesungguhnya kontennya justru berlawanan dengan ruh pendidikan dan cenderung menjadi fasilitas penghancuran moral anak bangsa,” ungkapnya. (RNN)

224 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>