Published On: Kam, Okt 13th, 2016
                            

5 Negara Sepakat Jaga Pelestarian Ekosistem Laut

padang-lamun. Foto : Syajarul
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Bintan, KepriDays.com – Dalam mengambil langkah strategis untuk melindungi dan melestarikan keanekaragaman hayati laut, yang berada perairan perbatasan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI telah membentuk kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan lima negara melalui program Coral Reef Rehabilitation and Management Program-Coral Triangle Initiative (Coremap-CTI) di tahun 2016 ini.

Menurut Kasi Pelestarian Keanekaragaman Hayati Direktorat Konservasi Keanegaragaman Hayati Laut, KKP, Suraji mengatakan, untuk penyelamatan hayati laut di Indonesia, pihaknya bekerjasama dengan negara-negara lain, yakni, Malaysia, Filipina, Timur Leste, Salomon Island, dan Papua Neugini.

“Perairan Indonesia khususnya di wilayah perbatasan banyak didiami keanekaragaman hayati laut. Dari hasil indentifikasi KKP, ditemukan 22 jenis ikan yang populasinya sudah mulai berkurang atau terancam punah,” kata Suraji, Kamis (13/10).

Sedangkan penyebab kurangnya populasi itu, kata Suraji, dikarenakan maraknya aktivitas penjarahan ataupun penangkapan ikan yang dilakukan dengan jumlah yang banyak serta menggunakan bahan berbahaya.

“Untuk menyelamatkan hayati laut yang terancam punah itu, harus dengan langkah strategis serta mengetahui dan memahami seluk beluk masalah yang dihadapi,” timpal Suraji.

Apabila ada kasus penjarahan ataupun pembuangan limbah di perairan perbatasan, sambung Suraji, bisa langsung cari tau asal usulnya. Sebab lokasinya pasti di perairan antara kedua negara. “Kita juga bisa langsung berkoordinasi secara diplomatik untuk menyelesaikan masalah-masalh tersebut,” ujar Suraji.

Sementara hal senada juga dikatakan Pelaksana Seksi Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, KKP RI, Risris Sudarisman. Dia mengaku, perairan didaerah Kabupaten Bintan sering dijadikan lokasi pembuangan limbah minyak hitam oleh kapal-kapal tanker asing.

Limbah tersebut membuat air laut yang ada di bagian utara, tengah dan timur Kabupaten Bintan tercemar. Bahkan ironinya lagi banyak keanekaragaman hayati laut yang mati serta pantai pasir putih nan indah itu menjadi rusak parah.

“Sepanjang 2016 ada tujuh kawasan pariwisata jadi sasaran limbah minyak hitam, yaitu, Pantai Kawasan Pariwisata Lagoi, Pulau Mapur, Pangkil, Berakit, Trikora, Tanjunguban dan Lobam,” bebernya.

Sedangkan hingga saat ini, KKP belum bisa memastikan asal usul atau kapal tanker yang membuang limbah minyak hitam itu. Namun diprediksinya, kapal yang lalu lalang dari Batam atau Singapura melalui perairan perbatasan menjadi penyebabnya.

“Apalagi jika musim ekstrim melanda kabupaten ini akan dimanfaatkan oleh kapal-kapal tanker asing untuk melaksanakan aktivitas pencucian tangki Bahan Bakar Minyak dan membuang hasil cuciannya atau limbah ke laut,” katanya.

“Kita pun sudah koordinasi dengan kantor navigasi yang ada di Kepri. Untuk mengungkap kasus ini, mereka memasang alat radar atau navigasi di seluruh perairan Bintan,” tambahnya lagi. (CR13)

281 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>