Published On: Rab, Okt 26th, 2016
                            

4 Nelayan Ini Malah Perdagangkan Manusia

Nelayan ganti profesi
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – 4 orang yang berprofesi sebagai Nelayan dari Kecamatan Belakang Padang Kota Batam, terpaksa disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (26/10) beberapa waktu lalu, karena memperdagangkan manusia (human traficking).

Adapun 4 orang nelayan itu, Sali Bin Saleh (32), M. Rasip Bin Tayib (42), Yusri Bin Kiting (46) dan La Ode Tamran Alias Ujang Bin Tani (32).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Gustian Juanda Putra dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, terdakwa didakwa telah melakukan perdaganan manusia karena membawa Warga Negara Indonesia keluar Indonesia.

“Tujuannya untuk eksplotasi keluar wilayah negara Indonesia untuk dipekerjakan. Terdakwa didakwa pasal berlapis, sebagaimana dalam dakwaan pertama melangar Pasal 4 Juncto Pasal 10 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang,” kata Gustian.

Sedangkan dalam dakwaan kedua, lanjut Gustian, terdakwa melanggar Pasal 102 Ayat 1 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2004 Penepatandan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri.

“Perbuatan keempat terdakwa berawal pada hari Sabtu 6 Agustus 2016 sekitar pukul 20.00 Wib kemarin. Terdakwa Yusri dijemput Rustam (red, DPO) dengan mengunakan mobil. Sambil menungu informasi dari La Ode untuk berangkat menuju ke pantai keberangkatan,” kata Gustian.

Kemudian, masih kata Gustian, terdakwa Yusri diberikan satu unit handphone dan Kartu SIM Malaysia untuk menghubungi pengurus yang ada di Malaysia. Lalu, terdakwa La Ode menghubungi terdakwa Yusri, bahwa speed telah berangkat menuju ke pantai Merantau di Batam.

“Sebelum sampai ke pantai Yusri menemui sejumlah TKI yang akan diberangkatkan dan Yatim (red, DPO). Setelah bertemu, TKI langsung diantarkan dengan mengunakan dua mobil ke Pantai Merantau. Sedangkan terdakwa Yusri pergi dengan anak buah Rustam, dan terdakwa La Ode, M. Rasip dan Ujang sudah menungu di Pantai Marantau,” ucap Gustian.

Sementara dari hal tersebut, Gustian menyebutkan, terdakwa Yusri berperan sebagai penujuk jalan ke Pantai Madus yang berada di Malaysia. Untuk La Ode berperan sebagai tekong atau nahkoda kapal jenis speed boat, sedangkan terdakwa Ujang dan M Rasip sebagai Anak Buah Kapal (ABK).

“Setelah sampai di Pantai Madus Malaysia, pengurus dari Malaysia tidak ada sehingga keempat terdakwa berusaha menghubungi pengurus ini. Menungu lebih kurang satu jam tidak ada respon dari pengurus, terdakwa memutuskan kembali ke Indonesia dan kehabisan bahan bakar speed boat di Pulau Rawa dekat Lagoi,” ucap Gustian.

Sedangkan setelah mendengar dakwaan JPU itu, Ketua Majelis Hakim Iriaty Khairul Ummah bersama Hakim Anggota Jhonson Sirait dan Corpioner, menunda persidangan hingga satu pekan mendatang dalam agenda mendengar keterangan saksi. (YULI)

503 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>