Published On: Jum, Okt 28th, 2016
                            

4 Kapal Asal Palembang Diamanakan Lantamal IV Tanjungpinang

Kapal Nelayan asal palembang diamankan
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Batam, KepriDays.com – Tim WFQR Western Fleet Quick Response Lantamal IV Tanjungpinang, berhasil mengamankan 4 kapal nelayan asal Palembang di perairan utara Batam, Jum’at (28/10), terkait nyaris bentrok dengan nelayan didaerah Kepri.

Menurut Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI S. Irawan, bahwa akhir-akhir ini beberapa kali terjadi bentrokan antara nelayan lokal dan nelayan dari daera lain.

“Makanyaa sedini mungkin kita cegah agar tidak memicu bentrok dan anarkis di Perairan Kepri. Seperti contoh beberapa waktu lalu nelayan Desa Penghujan Kecamatan Teluk Bintan, bentrok dengan nelayan Kampung Seboak, Kampung Bugis dan Senggarang Kota Tanjungpinang,” katanya.

Untuk itu, Irawan menegaskan, Lantamal IV Tanjungpinang beserta jajaran, harus mencegah agar tidak terulang kembali ditempat lain. “Kita menginginkan suasana damai terus tercipta diwilayah perairan Kepri, namun tentunya nelayan juga harus mentaati aturan,” ujarnya.

Sedangkan dalam peraturan perizinan terkait, lanjut Irawan, kegiatan penangkapan ikan nelayan diluar wilayah provinsi wajib memiliki Surat Izin Andon yang dikeluarkan oleh Provinsi setempat dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri.

“Jadi kita sudah mencari langkah-langkah untuk mencegah terulang kembali bentrokan antar nelayan, Tim WFQR 4 sudah berkoordinasi dengan Ketua Forum Nelayan Batam, agar menghimbau nelayan setempat untuk sama-sama menjaga situasi kondusif di laut,” katanya.

Sementara dari keterangan 4 kapal nelayan asal Palembang tersebut, diketahui berangkat berlayar pada tanggal 01 Oktober 2016 dari Desa Upang Kecamatan Air Salek Kabupaten Banyu Asin Sumatera Selatan menuju perairan utara Batam.

Kapal itu tidak mengetahui bahwa keberadaan mereka sudah di batas wilayah Indonesia, Singapura dan Malaysia.
Saat ditangkap keempat kapal nelayan asal Palembang tersebut, sedang melakukan penangkapan ikan dengan menebar alat penangkap ikan tidak jauh dari perairan Singapura dan area tersebut merupakan jalur pelayaran kapal kargo sehingga sangat berbahaya.

“Hasil pengecekan 4 kapal itu, tanpa dilengkapi alat keselamatan dalam berlayar yaitu baju pelampung yang seharusnya alat keselamatan tersebut ada diatas kapal. Apalagi saat ini cuaca di wilayah Kepri ekstrim dan sulit diprediksi, dan keempat kapal itu kami amankan guna pemeriksaan lebih lanjut,” kata Irawan. (RNN)

731 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>