Published On: Sel, Mei 6th, 2014
                            

12 Kriteria Mainan Anak-Anak Wajib SNI

Mainan Anak-Anak Yang Dijual Ahua di Tokonya. Foto: Rian
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kota Tanjungpinang umumkan 12 kriteria jenis mainan anak-anak yang harus termasuk dalam kategori Standarirasi Nasional Indosesia (SNI) yang telah diberlakukan peraturan wajib SNI, untuk mainan anak-anak oleh Kementrian Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia, pada tanggal 30 April 2014 lalu.

“Ada 12 yang termasuk karakter SNI mainan anak-anak didaerah Kota Tanjungpinang,” ucap salah seorang Staff Bagian Perdagangan Dalam Negeri Disprindag Kota Tanjungpinang, Gilang yang mengurusi hal tersebut, Selasa (6/5).

Adapun kedua 12 kriteria itu, lanjut Gilang, seperti, Baby Walker yang terbuat dari Logam dan Plastik, semua mainan beroda yakni, Sepeda Roda Tiga, Skuter dan sebagainya termasuk aksesorisnya.

“Ada juga Boneka dan aksesorisnya, Kereta Api Elektrik dan sejenisnya, Perabotan Rakitan yang diperkecil, Mainan Kontruksi dari bahan selain plastik, Stuffed Boy yang menyerupai binatang, Puzzle segala jenis, Mesin Tik Mainan dan segala jenisnya, Lompat Tali, Kelereng dan semua mainan dari jenis material baik yang bisa dioperasikan dari elektrik maupun tidak,” ucapnya.

Semua ini juga akan dijelaskan ke pedagang mainan anak-anak saat dilakukan sosialisasi secara bertahap, kata Gilang. Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian No. 24/M-Ind/PER/4/2013 Disperindag Kota Tanjungpinang sejauh ini tetap melakukan sosialisasi serta pengawasan peredaran produk mainan anak-anak yang berlabel SNI didaerah Kota Tanjungpinang.

“Secara Nasional juga sedang mengadakan sosialisasi. Memang butuh waktu untuk penertibannya tidak semudah membalikkan telapak tangan, tujuannya sebagai bentuk perlindungan konsumen,” jelasnya.

Akan hal tersebut, kata Gilang, pemberlakuan SNI ini juga dikarenakan Pemerintah RI khawatir, jika yang termasuk dalam 12 kategori itu tidak segara diterapkan SNI. Bisa diproduksikan dengan zat kimia yang berbahaya, yakni, Mercury.

“Alasannya pemerintah memberlakukan ini, karena mainan yang belum SNI dikhawatirkan adalah mainan daur ulang yang beresiko mengandung zat itu. Sebab sekarang dilihat anak-anak sering memasukan apapun ke mulutnya untuk ditelan. Maka pemerintah melakukan antisipasi, supaya zat kimia yang berbahaya itu tidak masuk ke tubuh anak-anak,” ucapnya. (RPR)

318 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>