Published On: Rab, Agu 20th, 2014
                            

1.124 Pengusaha Tidak Laporkan Penanaman Modal

Lis saat memberikan kata sambutan di acara Penanaman Modal. Foto: Ist/Humas
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Tanjungpinang, KepriDays.com – Sebanyak 1.124 Pengusaha di Tanjungpinang tidak pernah melaporkan kegiatan Penanaman Modal ke Badan Perizinan, Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal (BP2T dan PM) Kota Tanjungpinang. Padahal, pemerintah sudah berusaha secara terus menerus membina dan memberikan kesempatan serta kemudahan kepada para investor untuk menanamkan modal di Kota Tanjungpinang.

“Tentunya degan hal itu pemerintah mengharapkan adanya timbal balik dan kerjasama yang baik antara kedua belah pihak, namun sayang sebanyak 1.124 tidak melaporkan kegiatan penanaman modalnya,” ucap Kabid Penanaman Modal BP2T Kota Tanjungpinang, Arif Basri, Rabu (20/8) di Hotel Bintan Plaza saat Pelatihan Pelatihan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dengan Sistem Pelayanan Informasi dan Perijinan Secara Elektronik (SPIPISE).

Kemudian ditambahkan Arif, banyaknya perusahaan yang tidak melapor disebabkan berbagai hal, diantaranya adalah ketidaktahuan karena memang belum ada sosialisasi serta ketidakmauan perusahaan memberikan laporan karena takut ada hubungannya dengan pajak. Selama ini juga pemerintah belum memberikan sanksi terhadap perusahaan yang tidak melapor karena sebelumnya kegiatan sosialisasi belum pernah diadakan.

“Namun setelah sosialisasi ini dilakukan, kedepannya BP2T akan lebih tegas lagi dalam memberikan sanksi bagi perusahaan yang tidak melapor. Dan akan ada penundaan pengurusan ijin bagi perusahaan yang tidak mengirimkan laporannya,” kata dia.

Sementara dalam kegiatan tersebut, BP2T telah menghadirkan narasumber dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Pusat, Hengky Novriansyah. Dalam penyampaiannya, Hengky menjelaskan, system pelaporan secara online ini akan mempermudah investor melakukan pelaporan penanaman modalnya. Pelaporan ini dilakukan pertriwulan dengan cara yang lebih efektif dari sebelumnya.

“Bila sebelumnya banyak berkas yang harus disiapkan dalam laporan, maka dengan system online ini investor akan diberi akses untuk dapat login ke dalam website yang telah ditentukan. Dengan demikian investor dapat langsung memasukkan data laporannya,” kata dia.

Selanjutnya, masih kata Hengky, laporan tersebut akan dikumpulkan di pusat dari setiap daerah di Indonesia untuk kemudian dikalkulasi. Dan akan dilakukan press release oleh pusat setelah terkumpul semua. “Bukan hanya Kota Tanjungpinang saja yang belum melakukan pelaporan secara online, daerah lain juga masih banyak yang belum mendapatkan sosialisasi, sementara kegiatan ini sendiri sudah mulai sejak tahun 2013 silam,” ucapnya.

Setelah mendengar panjang lebar menjelasan dari Hengky, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah juga menegaskan, dengan disosialisasikannya system pelaporan penanaman modal secara online ini, maka kedepannya tidak ada lagi perusahaan yang tidak melapor.

“Kalau perusahaan tidak melapor, persulit saja ijinnya. Ada hak tentunya harus dibarengi dengan kewajiban juga,” ucap Lis tegas.

Adapun pengusaha yang hadir di kegiatan LKPM dan SPIPISE ini sebanyak 200 orang dan digelar selama 2 (dua) hari, agar para pelaku usaha tersebut paham mengenai penanaman modal di Kota Tanjungpinang secara online. (RNN/ERA)

166 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
                            

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>